Tiba2 tercetus pikiranku untuk membuat sebuah cerita.. Mungkin ini adalah cerita aneh + galau + gaje..
Suatu malam, konata sedang berjalan menyusuri sebuah perumahan mencari rumah baru yang sedang di jual. Ia menemukan sebuah rumah kosong terletak di sudut perumahan itu, kona pun memasuki rumah itu dan meninggalkan mobilnya persis di depan gerbang rumah tersebut dan membawa ghost radar serta handycam dan senter di kepalanya untuk menyelidiki rumah itu..
Kona melihat gerbang itu terbuka dengan sendirinya, rumah itu terlihat seperti tidak di huni puluhan tahun, tetapi semua tamannya terlihat rapih dan terjaga, hanya saja rumahnya sangat berantakan..
Saat kona memasuki pekarangan rumah itu, tiba2 rumah itu terlihat sangat indah, dengan kolam renang di depannya, ia melihat sebuah keluarga yang sedang merayakan sebuah pesta..
Keluarga itu terlihat sangat bahagia, ia melihat ada 1 orang ayah, 1 perempuan dengan paras sangat cantik dengan rambut hitam lebat yang terurai, dan 2 anak laki2 yang di perkirakan berumur 12 tahun dan 14 tahun..
Kona menyapa keluarga itu, dan sang ayah menyapa kona dengan lambayan serta senyuman dan memanggilnya.. Kona hanya hanya bisa tersenyum dan melambai..
Tiba2 kona merasa ingin memasuki rumah itu lebih dalam, ia pun memasuki rumah itu dan membiarkan keluarga itu di dekat kolam renang, ia memasuki ruang keluarga dan melihat seorang perempuan berambut merah sedang menangis..
Perempuan itu terlihat sangat cantik, rambutnya merah cerah, ia melihatku dengan tatapan aneh dan tiba2 berhenti menangis dan memelukku..
"kakaaak!!!" teriaknya padaku.
"kenapa cantik? Kenapa kamu bersedih?" tanyaku.
"aku kesepian, kakak kemana saja!? Kakak jangan tinggalkan aku lagi! Mereka jahat!" celotehnya.
"mereka? Mereka siapa?" tanyaku lagi.
"mereka yang ada di sana.." ia sambil menunjuk keluarga tadi melalui sebuah jendela.
Aku pun melihat keluarga itu lagi, ayahnya menatapku dengan senyumannya.. Sang ibu sedang menyiapkan piring.. Kedua anak laki2 itu sedang asyik bermain kejar2an..
"kakaak kak kona?" tanya anak perempuan itu sambil membuyarkan lamunanku.
"ba..bagaimana caranya.. Ka..kamu tahu namaku?" tanyaku sambil sersentak kaget.
"aku tahu.. Aku tahu itu.. Apa kakak lupa sama aku?" raut mukanya tiba2 memancarkan wajah yang sedih.
"aku? Kamu? A.. Aku.." bingung..
Ia pun menangis lagi, aku tak tahu ia siapa.. Ia pun menjauh dari diriku.. Dan semuanya tiba2 hilang dari pandanganku.. Hanya ada tempat kosong, kotor.. Dan gelap.. Berpikir bahwa aku telah melakukan kesalahan kepada anak itu dan menebak-nebak siapakah nama anak itu..
"Dea!!!! Dea..!!! Kamu kemanaa!!!" teriakku lantang.. Tiba-tiba semuanya membaik.. Anak itu kembali dapat kulihat.. Ia memelikku dan tersenyum padaku, seolah ia tak merasa sedih lagi..
"tolong aku.. Aku tak ingin bersama mereka, mereka penghianat.. Mereka bilang.. Mereka sayang sama aku, mereka cuma mau harta dan rumah ini saja.. Tolong.. Keluarkan aku dari sini.. Aku sendirian" celotehnya sambil memohon kepadaku. "katakan padaku, apa yang mereka perbuat kepadamu?" tanyaku.
"mereka mengangkatku sebagai anak dan berjanji padaku, mereka akan merawatku hingga aku besar, tetapi apa? Mereka menelantarkan aku seperti kucing liar yang terlantar di pinggir jalan!" ocehnya. "jadi, apa yang dapat ku perbuat? Untukmu?" tanyaku.
"......" ia terdiam.
"aku dapat membeli rumah ini jika kamu mau.. Aku akan tinggal di rumah ini dan merawat tempat ini.. Aku berjanji.. Kamu bisa pegang janji aku" tukasku padanya.
Ia tersenyum bagaikan malaikat yang sedang mendapatkan harpa baru, ia memelukku lagi dan mengucapkan terimakasih..
"oh ya, aku lupa.." ia menarikku ke sebuah tempat..
"eh.. Mau kemana?" tanyaku.
"lihat saja.. Ayo kesini!! Kejar aku.." larinya.
"eh.. Sepertinya aku kenal tempat ini.. Tunggu aku Dea!!" teriakku.
"sampai.." murungnya.
Ini.. Adalah tempat dulu kami sering bermain.. Aku tak tahu bahwa rumah ini begitu luas, kaca ini..
"ini.. Adalah pemberian ibuku yang terakhir.. Di ulangtahunku yang ke 10.. Sebentar lagi aku akan musnah dari tempat ini.. Aku tak akan ada lagi di dunia ini.. Tolong jaga baik2 cermin ini.. Aku minta maaf jika alu mempunyai banyak salah kepadamu Kona.. Tolong jaga rumah ini juga yah.. Maaf telah merepotkanmu.." ceritanya sambil menangis..
"Dea aku.. Aku akan menjaganya.. Kapan2 main lagi kesini yah.." permohonanku.
"iyah Kona.. Aku menjagamu.. Percayalah.. Bahwa aku selalu ada di sampingmu.. Kamu bisa merasakannya" sedihnya..
"akhirnya kamu mau memanggilku Kona.. Biasanya selalu memanggilku kakak.. Makasi ya Dea.." aku mencoba memegang tangannya lagi dan tak dapat kuraih..
"terimakasih".. Ucapnya lagi..
Ia pun menghilang dan masuk ke cermin itu, seolah seperti mimpi.. Temanku.. 4 tahun yang lalu berpisah..
~next to part 2..
Saturday, August 20, 2011
Mimpiku..
Posted by Asha at 5:56 PM
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment